{HHRMA~Bali} LET'S ROCK GAIN !!! TRAINING The Amazing of Teamwork & Communication ; Iwan Agustus 2012

THE AMAZING OF TEAMWORK & COMMUNICATION

RABU, 15 AGUSTUS 2012
Auditorium STIKOM Bali Jl. Raya Puputan Renon Denpasar
Investasi Rp 300.000,- / peserta
Khusus SDM Bali Rp 250.000,-/peserta
Transfer ke : BCA Teuku Umar Denpasar
a/n Gunawan Wicaksono No. Rek : 7680102869

IWAN SETYAWAN
Mantan Training Manager Hard Rock Hotel
Mantan Training Director Aston International
Mantan Training Manager Hotel Maldives
Direktur Entertraining Bali


PENDAFTARAN :
Ketik Nama, Perusahaan, jabatan, No HP dan kirim ke gunawanwicaksono@hotmail.com
Dear All Leader,
 
95 % Karyawan yang saya temui selalu mengeluh karena masalah "TEAMWORK & COMMUNICATION"
 
Setiap perusahaan pasti mempunyai harapan untuk mencapai GOAL/ TUJUAN untuk meraih sukses dan menjadi The Winner !
 
Namun untuk mencapai itu, TANTANGAN selalu ada, baik dari masalah KUALITAS PRODUK, SYSTEM, dan yang tak kalah penting dan menjadi prioritas utama adalah faktor SUMBER DAYA MANUSIAnya.
 
SDM sebagai asset terpenting dari perusahaan tentunya harus dikelola dengan baik, kuncinya mereka juga perlu didengar,diapproach bahkan dilibatkan. Sehingga mereka akan merasa dihargai, senang dan akan berkomitmen untuk bekerja & memberikan kontribusi yang terbaik untuk perusahaan.
 
Suksesnya sebuah team tergantung kepada SDM yang terpilih.
Mulai dengan memahami karakter BIG BOSS kita, Manager/ Supervisor kita, bahkan dengan siapa kita bekerja.
 
Komitmen untuk berubah untuk sukses bersama akan memberi semangat baru bagi seluruh karyawan &membawa harapan yang lebih baik bagi perusahaan yang sudah lama berdiri sekalipun.
 
Untuk itu, Training ini akan mengajak para bapak dan ibu sekalian untuk memahami karakter diri dan orang lain disekitar kita, dan membangun team kerja yang solid, sehingga tercipta lingkungan kerja yang terbaik.
 
"STOP BLAMMING but initiate to communicate effectively & know them well to achieve respect & excellent work environment!"
 
Team yang sukses adalah team yang dibangun dengan kekuatan masing – masing individu yang saling berkomunikasi secara assertive untuk mencapai satu tujuan.
 
Dinamika sebuah team akan sangat mempengaruhi bagaimana team tersebut bekerja, berperilaku, bereaksi dan akhirnya menghasilkan kinerja team yang maksimal !
 
Untuk itu sangatlah diperlukan strategy khusus yang dapat menjembatani perbedaan pendapat, pengertian, kepercayaan dan kesadaran diri untuk bersama – sama melakukan komitmen untuk merubah paradigma dari "Saya " menjadi "Kita"!.
 
Compiled &Noted by Iwan Setiawan –GM & Trainer, ENTERTRAINING CONSULTANT


Mengapa KARYAWAN meninggalkan perusahaan?
Bener  banget dan pernah sy alami rasanya, tertekan, sedih luar biasa krn mlihat bayk rekan2 N kary. diperlakukan semaunya di bentak2 dipermalukan di depan umum SEPERTI BABI, seolah dia yg paling BENAR TP GK BS APA2 SELAIN MARAH, 1 hal yg perlu dicatat sebelum MEMUTUSKAN pergi, cek apakah si manager punya  ciri Psikopat? suka marah gk jelas (moody) suka cari kesalahan org, super lebay (suka  blowup hal sepele spy keliatan penting), pembohong n Gak KONSISTEN klo bikin keputusan, bila atasan anda seperti ini? catat n rekam setiap dia bikin keputusan n moment klo dia arrogant n tunjukkan pd direktur or bos BAHWA ADA ORANG GILA SALAH KAMAR yg masuk ke perusahaan anda.. paling tidak spya perusahaan tau, dah banyak jatuh korban, turnover tinggi n kita kehilangan org2 talent hanya karena 1 Manager gila salah tempat... spy segera cari solusi ( jadi curhat nieh he he)
================
tengkyu artikelnya ..jadi bahan introspeksi nih....mengingat kembali....persentage staf saya yg agresif pasif shg MUNTABER (mundur tanpa berita/ info ataupun/ nagbur), yg agresif aktif...terus ngambek dan tau-tau ngga masuk/ alasan sakit tapi keterusan jadi  resign....yg cenderung bersikap oposan tapi setiap saya pindah kerjaan tetep selalu ingin jadi staf saya....yg tadinya oposan tapi mau terima pikiran saya dan jadi partner kerja yg baik ...yang selalu jadi penyeimbang saya dan tetap berkawan sampai hari ini...etc...etc..hhhhmmmmm......nuansa kerja seperti apa ya yg sudah saya berikan pada merea dan apa juga yg mereka rasakan.......)
====================
Tapi bener banget survey ini, dari pengalaman saya, sangat sulit untuk berpisah dengan orang2 yang baik, terutama dengan atasan langsung walaupun tawaran remuneration package yg lebih


===============
ARTIKEL : 
Banyak perusahaan yang mengalami persoalan tingginya tingkat pergantian karyawan. Betapa orang mudah keluar-masuk perusahaan itu. Orang meninggalkan perusahaan untuk gaji yang lebih besar, karier yang lebih menjanjikan, lingkungan kerja yang lebih nyaman, atau sekedar alasan pribadi. Tulisan ini mencoba menjelaskan persoalan ini.
 
Belum lama ini, Sanjay, seorang teman lama yang merupakan desainer software senior, mendapatkan tawaran dari sebuah perusahaan internasional prestisius untuk bekerja di cabang operasinya di India sebagai pengembang software. Dia tergetar oleh tawaran itu. Sanjay telah mendengar banyak tentang CEO perusahaan ini, pria karismatik yang sering dikutip di berita-berita bisnis karena sikap visionernya. Gajinya hebat. Perusahaan itu memiliki kebijakan SDM ramah karyawan yang bagus, kantor yang masih baru, dan teknologi mutakhir, bahkan sebuah kantin yang menyediakan makanan lezat.
 
Sanjay segera menerima tawaran itu. Dua kali dia dikirim ke luar negeri untuk pelatihan. "Saya sekarang menguasai pengetahuan yang paling baru", katanya tak lama setelah bergabung. Ini betul-betul pekerjaan yang hebat dengan teknologi mutakhir. Ternyata, kurang dari delapan bulan setelah dia bergabung, Sanjay keluar dari pekerjaan itu. Dia tidak punya tawaran lain di tangannya, tetapi dia mengatakan tidak bisa bekerja di sana lagi. Beberapa orang lain di departemennya pun berhenti baru-baru ini.
 
Sang CEO pusing terhadap tingginya tingkat pergantian karyawan. Dia pusing akan uang yang dia habiskan dalam melatih mereka. Dia bingung karena tidak tahu apa yang terjadi. Mengapa karyawan berbakat ini pergi walaupun gajinya besar ? Sanjay berhenti untuk satu alasan yang sama yang mendorong banyak orang berbakat pergi. Jawabannya terletak pada salah satu penelitian terbesar yang dilakukan oleh Gallup Organization. Penelitian ini menyurvei lebih dari satu juta karyawan dan delapan puluh ribu manajer, lalu dipublikasikan dalam sebuah buku berjudul First Break All the Rules.
 
Penemuannya adalah sebagai berikut:
Jika orang-orang yang bagus meninggalkan perusahaan, lihatlah atasan langsung/tertinggi di departemen mereka. Lebih dari alasan apapun, dia adalah alasan orang bertahan dan berkembang dalam organisasiDan dia adalah alasan mengapa mereka berhenti, membawa pengetahuan, pengalaman, dan relasi bersama mereka. Biasanya langsung ke pesaing. Orang meninggalkan manajer/direktur anda, bukan perusahaan, tulis Marcus Buckingham dan Curt Hoffman penulis buku First Break All the Rules.
 
Begitu banyak uang yang telah dibuang untuk menjawab tantangan mempertahankan orang yang bagus - dalam bentuk gaji yang lebih besar, fasilitas dan pelatihan yang lebih baik. Namun, pada akhirnya, penyebab kebanyakan orang keluar adalah manajer. Kalau Anda punya masalah pergantian karyawan yang tinggi, lihatlah para manajer/direktur Anda terlebih dahulu. Apakah mereka membuat orang-orang pergi? Dari satu sisi, kebutuhan utama seorang karyawan tidak terlalu terkait dengan uang, dan lebih terkait dengan bagaimana dia diperlakukan dan dihargai. Kebanyakan hal ini bergantung langsung dengan manajer di atasnya.
 
Uniknya, bos yang buruk tampaknya selalu dialami oleh orang-orang yang bagus. Sebuah survei majalah Fortune beberapa tahun lalu menemukan bahwa hampir 75 persen karyawan telah menderita di tangan para atasan yang sulit.
 
Dari semua penyebab stres di tempat kerja, bos yang buruk kemungkinan yang paling parah. Hal ini langsung berdampak pada kesehatan emosional dan produktivitas karyawan. Pakar SDM menyatakan bahwa dari semua bentuk tekanan, karyawan menganggap penghinaan di depan umum adalah hal yang paling tidak bisa diterima. Pada kesempatan pertama, seorang karyawan mungkin tidak pergi, tetapi pikiran untuk melakukannya telah tertanam. Pada saat yang kedua, pikiran itu diperkuat. Saat yang ketiga kalinya, dia mulai mencari pekerjaan yang lain. Ketika orang tidak bisa membalas kemarahan secara terbuka, mereka melakukannya dengan serangan pasif, seperti: dengan membandel dan memperlambat kerja, dengan melakukan apa yang diperintahkan saja dan tidak memberi lebih, juga dengan tidak menyampaikan informasi yang krusial kepada sang bos.
 
Seorang pakar manajemen mengatakan, jika Anda bekerja untuk atasan yang tidak menyenangkan, Anda biasanya ingin membuat dia mendapat masalah. Anda tidak mencurahkan hati dan jiwa di pekerjaan itu. Para manajer bisa membuat karyawan stres dengan cara yang berbeda-beda: dengan terlalu mengontrol, terlalu curiga, terlalu mencampuri, sok tahu, juga terlalu mengecamMereka lupa bahwa para pekerja bukanlah aset tetap, mereka adalah agen bebas. Jika hal ini berlangsung terlalu lama, seorang karyawan akan berhenti - biasanya karena masalah yang tampak remeh. Bukan pukulan ke-100 yang merobohkan seorang yang baik, melainkan 99 pukulan sebelumnya. Dan meskipun benar bahwa orang meninggalkan pekerjaan karena berbagai alasan, untuk kesempatan yang lebih baik atau alasan khusus, mereka yang keluar itu sebetulnya bisa saja bertahan, kalau bukan karena satu orang yang mengatakan kepada mereka, seperti yang dilakukan bos Sanjay: Kamu tidak penting. Saya bisa mencari puluhan orang seperti kamu.
 
Meskipun tampaknya mudah mencari karyawan, pertimbangkanlah untuk sesaat biaya kehilangan seorang karyawan yang berbakat. Ada biaya untuk mencari penggantinya. Biaya melatih penggantinya. Biaya karena tidak memiliki seseorang untuk melakukan pekerjaan itu sementara waktu. Kehilangan klien dan relasi yang telah dibina oleh orang tersebut. Kehilangan moril sejawat kerjanya. Kehilangan rahasia perusahaan yang mungkin sekarang dibocorkan oleh orang tersebut kepada perusahaan lain. Plus, tentu saja, kehilangan reputasi perusahaan. Setiap orang yang meninggalkan sebuah korporasi akan menjadi dutanya, entah tentang kebaikan atau keburukan.


SEGERA GABUNG !! :
UPDATE per detik Berita dan Info SDM BALI disampaikan via :
     FACEBOOK : --- silakan add di : www.facebook.com/komunitassdmbali
     MAILING LIST --- silakan kirim email ke : sdmbali-subscribe@yahoogroups.com
     TWITTER : ---  folow @SDMBali http://twitter.com/#%21/SDMBali
 Silakan pilih salah satu atau boleh semuanya
 
Please accept my apologize for uncomfortable
Please send UNSUBSCRIBE to ; komunitas.sdm.bali@gmail.com    Subject : UNSUBSCRIBE
Saya mohon maaf bila email ini membuat rekan rekan tidak nyaman
Silakan kirim UNSUBSCRIBE ke komunitas.sdm.bali@gmail.com  Judul Email : UNSUBSCRIBE


Salam
Gunawan Wicaksono
Koordinator Forum SDM Bali
Gedung Darma lantai 2 (di atas KFC)
Jln. Hasanudin (di seberang BCA)
Denpasar - Bali
Tlp. 0361. 8724.724






No comments:

Post a Comment